well.. Semua orang pasti ingin memiliki bentuk tubuh yang indah dan ideal, karena selain untuk alasan kesehatan, tubuh ideal juga mampu meningkatkan rasa percaya diri dan menumbuhkan kebanggaan tersendiri bagi kebanyakan orang.
Tetapi tentu saja, mendapatkan tubuh yang ideal bukanlah perkara gampang. Pola makan yang jelek dan kurangnya aktifitas jasmani kerap kali menghalangi banyak orang untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal yang di idam-idamkan.
Secara teori, ideal atau tidaknya tubuh kita dapat diukur dengan cara yang cukup mudah, yaitu dengan mengurangi angka tinggi badan anda dengan berat tubuh anda, jika cara menghitungnya cukup mudah yaitu dengan rumus:
[berat Badan Ideal = (Tinggi Badan - 100) - ( 10% tinggi badan -100)]
Sebagai contoh : Apabila anda memiliki tinggi 150 cm, maka berat badan ideal anda adalah : (150 - 100) - (10% x (150 - 100) = 50 - 5 = 45 kg.
Jika anda merasa bahwa berat badan anda jauh dari apa yang anda harapkan, maka solusi yang jitu untuk anda dapat lakukan adalah dengan melakukan diet. Kesannya mungkin akan sulit, bahkan mungkin memang akan sulit untuk memulainya, namun jika anda sadar akan kesehatan anda, diet akan lebih mudah untuk anda jalani.
Apa itu diet?
Jika mengacu pada Kamus Gizi Pelengkap Kesehatan Keluarga 2009 keluaran Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), diet dapat diartikan sebagai ‘pengaturan pola dan konsumsi makanan serta minuman yang dilarang, dibatasi jumlahnya, dimodifikasi, atau diperolehkan dengan jumlah tertentu untuk tujuan terapi penyakit yang diderita, kesehatan, atau penurunan berat badan.
Diet sendiri diketahui telah ada sejak 3000 tahun yang lalu di mesir, bahkan bangsa arab sendiri telah mengenal diet dengan cara berpuasa sejak ribuan tahun yang lalu.
Saat - saat sekarang ini, orang lebih suka ke diet secara alami. Baik perempuan maupun laki - laki pasti ingin mendapatkan postur tubuh yang ideal dan sehat. Dan biasanya jalan tercepat untuk mendapatkan semua itu adalah dengan mengkonsumsi obat - obatan untuk diet. Namun kenyataannya, mengkonsumsi obat dengan bahan-bahan kimia lainnya sangat berbahaya bagi tubuh, terutama pada hati untuk mencegah terjadinya toksinasi dalam tubuh.
Diet sendiri sebenarnya terbagi menjadi beberapa jenis, berikut adalah beberapa jenis diet yang saya dapat dari www.purpalacious.arieflatu.net:
1. Diet Atkins
Diet Atkins bisa dibilang sebagai diet rendah karbohidrat tinggi protein yang paling populer. Diet ini pertama kali diluncurkan oleh Dr. Robert C. Atkins yang juga seorang kardiolog, di awal tahun 70-an. Belakangan memang banyak pro dan kontra yang berkembang tentang keamanan diet tersebut, namun tak sedikit orang yang tetap mencobanya. Teori diet Atkins mengatakan bahwa dengan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung protein dan tidak makan karbohidrat sama sekali Selama 2 minggu pertama, tubuh akan membangun ketosis, keadaan dimana tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar.
Setelah 2 minggu atau yang disebut tahap ke-2, Anda boleh mengkonsumsi karbohidrat, walau hanya dalam porsi yang amat sangat sedikit. Cara ini akan membuat tubuh mempertahankan kadar insulin tetap rendah dan menghentikan tubuh mengubah makanan menjadi lemak. Teorinya adalah bahwa makan terlalu banyak karbohidrat akan meninggikan kadar gula darah. Pada gilirannya hal ini akan menghasilkan insulin, yang dengan cepat menuju aliran darah dan mengubah kelebihan gula darah menjadi lemak yang disebut triglycerides, yang nantinya tersimpan sebagai lemak tubuh. setelah itu, ada dua tahap lagi yang harus dijalankan dalam diet ini yaitu, premaintenance dan maintenance. Pada tahap ini Anda hanya tinggal mempertahankan diet Anda, sekaligus mulai melihat hasilnya.
South Beach Diet(SBD) menekankan pada pengurangan konsumsi karbohidrat. Karena menurut penciptanya, umumnya kelebihan berat badan disebabkan oleh konsumsi karbohidrat yang berlebihan, yang akan meningkatkan kadar gula darah. Gaya dietnya disebut-sebut mengkopi Diet Atkins karena keduanya sama-sama membatasi asupan karbohidrat dan menyarankan konsumsi protein dan lemak.
Walau tak keberatan dibanding-bandingkan dengan Atkins, namun nyatanya memang ada perbedaan mendasar di antara keduanya. SBD menyarankan pengikutnya untuk menjauhi lemak jenuh dan menyarankan untuk mengkonsumsi lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun dan asam lemak omega 3 yang ditemukan pada ikan. Hal yang tidak dilakukan oleh Atkins.
2. south beach diet
Secara garis besar South Beach Diet dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap yang paling ketat, berlangsung selama dua minggu. Lumayan berat, tapi kalau Anda disiplin menjalankannya, tahapan ini bisa menurunkan berat badan hingga 6,5 kg. Anda diperbolehkan mengkonsumsi banyak sayuran, daging, kacang-kacangan, keju dan telur. Namun untuk sementara Anda harus say goodbye pada makanan yang kadar gulanya tinggi dan berlemak, seperti roti, nasi, kentang, pasta, mie atau makanan dari tepung yang digoreng, gula, permen, atau buah yang manis. Tahap ini dimaksudkan untuk menghilangkan kebiasaan Anda mengkonsumsi karbohidrat atau makanan manis secara berlebihan. Dengan cara ini, keinginan Anda untuk mencicipi makanan yang serba manis akan hilang perlahanlahan. Berat badan Anda pun akan akan turun lumayan banyak, kira-kira 4.6 kg. dan kebanyakan bobot tubuh yang hilang berasal dari lemak yang menumpuk di perut.
Walau terkesan berat, sebenarnya pada tahap ini anda tak perlu takut akan merasa kelaparan. Anda tetap dapat makan 3 kali sehari dengan porsi cukup. Bahkan anda masih boleh makan snack di pagi dan sore hari, asalkan makanan yang dikonsumsi tidak berlebihan atau menyalahi aturan dasar. Juga tidak ada larangan untuk minum kopi dan teh. Anda pun masih masih bisa menyantap makanan pencuci mulut setelah makan malam.
Pada tahapan yang kedua, anda dapat lebih leluasa mengkonsumsi berbagai jenis makanan, tapi semua tetap dalam porsi wajar. Apabila anda suka nasi, anda boleh kembali memakannya. Begitu juga denga buah-buahan. Anda bahkan boleh makan coklat, walau tentu saja anda harus memilih jenis coklat yang tidak terlalu menggemukan, seperti misalnya dark chocolate, tanpa tambahan kacang dan caramel. Di tahap ini, berat badan Anda akan terus mengalami penurunan, yaitu sekitar 0,5-1 kg seminggu. Lama tahap ini tergantung pada jumlah penurunan berat badan yang Anda mginkan. Apabila telah tercapai, Anda bisa langsung masuk ke tahap 3. yang merupakan tahap terakhir dan paling liberal dalam diet ini. Tahap ke 3 hanya dimaksudkan untuk menjaga berat badan Anda selalu pada posisi ideal, karena Anda dianggap akan terus menjalaninya selama seumur hidup. Kendati mungkin bisa saja terjadi ada saat Anda sedikit terlena atau bosan setelah menjalaninya bertahun-tahun, Anda tetap bisa kembali mengulangi tahap 1 Selama 2 minggu. Lalu, Anda pun bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.
3. Diet Sesuai Golongan Darah
Diet sesuai golongan darah atau yang disebut “Eat Right for Your Type Diet” asalah sebuah metode diet yng dikembangkan oleh Dr. Peter J. D. Adamo. beliau percaya bahwa setiap orang harus mengkonsumsi makanan berdasarkan golongan darahnya. Karena menurutnya masing-masing golongan darah (0, A, B, AB) memiliki keistimewaan sendiri. Mulai dari makanan apa yang mudah diserap oleh tubuh, olahraga apa yang tepat, penyakit apa yang mudah hinggap, serta bagaimana tubuh memberi respon terhadap stres akan ditentukan oleh golongan darah yang Anda miliki. Tubuh menyerap dan bereaksi terhadap makanan dengan cara berbeda sesuai karakteristik golongan darah tersebut.
Reaksi ini dipengaruhi oleh lectin, sejenis protein yang terdapat dalam makanan. Diet sesuai golongan darah mengacu pada makanan yang digolongakan sebagai kelompok yang sangat menguntungkan, netral, dan hindari. Kelompok sangat menguntungkan bisa dinalogikan sebagai ’vitamin’, Sebaliknya kelompok hindari sebagai ’racun’ bagi tubuh. Sedangkan kelompok netral kira-kira berperan sebagai makanan biasa yang menyediakan kalori dan nutrisi untuk tubuh. Asalkan tidak dikonsumsi berlebihan.
bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan dikasih comment yang sifatnya membangun, terimakasih.